Imperfect .. :)

sebuah cerita yang ditampilkan Teater Biru (Teater SMA PL St. Yosef Surakarta), mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita..

Seorang gadis cantik bersama ibunya yang memiliki warung di desa. Cerita diawali dengan perbincangan sang ibu dan si gadis mengenai seorang laki-laki yang mungkin mengisi hati si gadis. si gadis duduk di belakang meja yang di atasnya terdapat dagangan warung, serta ibunya yang selalu memuji-muji kecantikan anaknya di sela-sela perbincangan itu.
Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang dibicarakan mereka. datang membawa cangkul dan kaki penuh lumpur, si lelaki langsung mendekat ke arah meja dimana si gadis berada, untuk mengambil makanan yang ia mau. Namun tiba-tiba sang ibu marah dan mengatakan bahwa di warung tersebut ada peraturan baru : tidak ada yang boleh melewati batas-batas warung dengan meja dan bangku untuk makan. Semua makanan dan minuman yang dipesan akan diantar sang ibu ke tempat makan, dan konsumen tidak boleh mengambil sendiri makanannya ke meja dimana si gadis berada.

Si lelaki bingung dan meminta penjelasan akan aturan yang baru itu, namun penjelasannya hanyalah bahwa sang ibu menyadari bahwa gadisnya sudah beranjak dewasa, ia tak mau terjadi yang "macam-macam" dengan putrinya yang cantik itu. Si lelaki mencoba mengerti dan memohon ijin kepada sang ibu untuk menyatakan perasaannya pada si gadis. karena lewat kata-kata tak bisa terucap, akhirnya ia menyanyikan tembang macapat tentang perasaannya kepada si gadis.
mengerti akan maksud si lelaki, sang ibu pun meminta si lelaki membawa orang tuanya datang ke warung itu untuk menjadikan segalasesuatunya jelas.

Singkat cerita, si gadis ini diperebutkan banyak orang, sampai terjadi keributan di warung oleh 3 laki-laki yang memperebutkannya. apapun yang terjadi di warung itu, si gadis tidak bergeming dari tempat duduknya. keributan itu kemudian berhenti saat si lelaki dan ayahnya datang ke warung. Ternyata ayah si lelaki adalah orang yang "berpengaruh" di desa itu, dan ia malah mengatakan bahwa Belanda akan menyerang desa itu maka mereka semua harus pergi dari warung itu segera. dalam kepanikan itu, si lelaki menarik si gadis dari tempat duduknya untuk menyelamatkan diri.

Namun ternyata, saat berlari, mereka semua menyadari sesuatu, bahwa si gadis yang cantik dan baik hatinya itu, hanya mempunyai satu kaki. Si gadis pun menangis karena merasa dirinya tidak sempurna. Semua orang di warung itu terkejut dan diam, kecuali sang ibu. Ia berkata bahwa, inilah sesuatu yang harus diketahui si lelaki dan ayahnya, bahwa gadis itu cacat, dan apakah si lelaki masih mau mempersuntingnya ketika ia tahu bahwa gadis itu dalam keadaan seperti ini. Hal ini pula yang menyebabkan aturan baru itu muncul. ia khawatir ada yang melihat bahwa gadisnya tak sempurna.
Si lelaki pun merangkul si gadis dan berkata bahwa, bagaimanapun keadaan gadis itu, apapun kekurangan dan ketidaksempurnaannya, ia telah dan akan mencintai keseluruhan kelebihan dan kekurangan gadis itu, dan tidak mengubah keputusannya untuk menikahi gadis itu.

Akhir cerita, mereka meninggalkan warung itu untuk menyelamatkan diri.

Apa pelajaran yang bisa kalian dapat, kawan? :)
sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments