WORLD DISABILITY DAY

Hari ini adalah satu dari sekian banyak tanggal cantik yang telah kita lewatkan, 13.12.11, dan kegiatanku hari ini cukup cantik untuk bisa dibagikan kepada dunia. :)

Sejak aku berkubang di dunia Hak Anak, aku sering mendengar kata "anak-anak difabel" atau ABK yaitu "Anak Berkebutuhan Khusus". Siapakah mereka sebenarnya?
Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang terkena disfungsi otak. Disfungsi otak merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan akibat dari adanya cedera atau kerusakan, kelainan perkembangan gangguan keseimbangan biokimiawi atau gangguan aktifitas listrik dalam otak.Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat.

Hari ini, aku bersama AMSA FK UNS berkunjung ke YPAC Surakarta untuk sekedar berbagi kasih dan motivasi bersama mereka. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan disana, yaa, hampir semua anak menggunakan kursi roda, dengan beberapa anak "bermuka khas" yang biasa tampak pada Sindrom Down, beberapa anak bisa berjalan sempurna namun mengalami retardasi mental, tak hanya anak-anak dari belum sekolah sampai SMA, tapi orang dewasa yang difabel pun hadir. Luar biasa semangat mereka untuk berkumpul di sana dan merayakan acara itu bersama kami.

Salah satu hal yang menarik, adalah, mereka memiliki grup musik yang mereka sebut dengan "akustik" namun aku lebih menganggapnya sebagai sebuah big band. Luar biasa, anak-anak itu mampu memainkan berbagai lagu, bahkan, mengiringi kami bernyanyi bersama disana. Mereka pun sempat mempersembahkan satu lagu bagi kami, dan jujur, aku hampir menangis melihatnya.
Ironis sekali, ketika, kami panitia memberikan persembahan lagu-lagu bagi mereka, namun kami tidak mempersiapkannya sehebat mereka. padahal kami memiliki fisik dan mental yang tentunya lebih sempurna dari mereka, bukan begitu?

One thing that we should realize, keterbatasan, ketidakmampuan, kelemahan kita hidup dalam pikiran kita sesungguhnya. sehingga, bagaimana kita dapat menghancurkan barrier itu, berawal dari pikiran kita. Tak sedikit dari mereka yang menjadi juara olimpiade di tingkat nasional, sedangkan aku saja juara di tingkat kota udah bangganya minta ampun.

Sebagai Duta Anak Kesehatan Jawa Tengah 2010, rasanya aku masih kurang bergerak untuk saudara-saudaraku ini :(


 sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment