make-sense conversation

Wanna share something nih teman-teman, sebuah percakapan yang biasanya absurd tapi tumben jadi lumayan berbobot, dan mungkin bisa bermanfaat buat teman-teman, terutama yang lagi kelas XII dan mau "memangsa" jurusan dan perguruan tinggi yang diinginkan.
Ini percakapan antara saya dengan seorang manusia purba bernama Pite, nama lengkapnya Pythecanthropus erectus, yang entah bagaimana ceritanya dia masih duduk di kelas XII.

"Jadi intinya yang kamu maksud itu aku ngapain mblo?"
"Ya kamu aktif di berbagai forum, nggak suka nunda ngerjain tugas (kayaknya), dan masih konyol aja"
"Yang soal tugas itu.........enggak deh kayaknya.. Aku tu orangnta emang semangat kalo soal kuliah.. Maunya setiap ada waktu kosong gitu myicil tugas.. Tapi sekalinya kuliah bener-bener padet, berat, capek, ya ga mau tuh megang tugas... hahaha"
"Itu mah juga manusiawi ketika udah di batas dan ngerasa jenuh sama kerutinan, semua orang ngerasain itu. Tapi tetep aja sakut sama kamu mblo, keep moving forward!"
"Hahahaa.. Ya begitulah ketika kamu kuliah (atau beraktivitas) sesuai dengan yang kamu suka... Makanya, mblo, berjuang mblo!"
"Yang paling penting jaga passion ya, mungkin semua kecapekan bakal hilang gara gara itu ya.. siap ratu! kamu juga berjuang ya mblo!"
"Aku share dikit yo... dulu pas aku uda diterima di farmasi UGM dan nggakmau ikut SNMPTN, temenku ada yang bilang, "jangan sampe besok ketika kamu udah tua, berbaring di kamarmu, kemudian berpikir 'seandainya dulu aku jadi dokter'.." Itu bener-bener masuk banget ke pikiranku bahkan bahkan inget terus sampe sekarang.."
"Banyak malah recommended kok hehehe dan itu satu-satunya yang bikin kamu tergerak masuk ke kedokteran kah mblo? Keren juga ya bisa motivasi orang sampai ke hati gitu"
"Ga satu-satunya sih.. Ada yang lebih ngena tu papaku.."
"Wah gimana? Share-share sini.."
""Kamu kuliah di UGM hanya untuk 5 tahun.. Kamu kuliah di FK untuk 50 tahun.. berpikirlah jauh dan denger kata hatimu..""
"Horror, asli keren itu. Bahkan 50 tahun itu sebenernya bukan batas nyata tapi variabel buat nunjukin panjangnya manfaat yang bakal ada, mungkin bisa tak terdefinisi.. kalo aku pengen ke FK jujur sih karena emang nggak punya niat buat jadi anak teknik, lemah di matematika sama fisika. dan yang paling penting, aku ngerasa nggak bisa apa-apa dan sampai sekarang nggak bisa bermanfaat buat orang lain, pengen jadi sesuatu yang dibutuhin orang lain. Akhirnya tertarik dunia medis"
"Apapun yang penting kamu tarik menjadi sesuatu yang positif.. Dan saranku, saran aja ya, ketika kamu mau kuliah, tetapkan tekadmu mau kuliah di jurusan apa, apapun alasannya, tapi 1 jurusan aja. Kalaupun 2 atau 3, pilih yang sebidang.. Temenku ada yang katanya pengen jadi dokter, tapi dia ga kekeh tekadnya masuk FK (atau universitas tertentu).. Akhirnya apa? Dia daftar FK tapi daftar juga akun, STAN, elektro, macem-macem lah, walau yang pertama FK.. Tapi sekalinya luput di FK, langsung pesimis, semua juga luput.. karena ga fokus.."

Sekian... semoga bisa mengambil segala sesuatu yang bermanfaat dari percakapan ini.. :)



sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

they put you down, you take yourself higher!

Beberapa hari yang lalu aku melihat hasil belajarku selama 1 semester ini. dan rasanya luar biasa, ketika ada peningkatan cukup luar biasa dari semester sebelumnya. saking bahagianya aku berteriak kegirangan dan Papa bertanya, "Kenapa nduk?"
"IP ku cumlaude Pah!"
"Ohya? Cuma semester ini tok...." jawab Papa santai sambil makan cemilan di ruang makan.
Saat itu juga rasanya seluruh semangat dan kebahagiaan tadi tiba-tiba surut, hampir padam. Kakak perempuanku yang baru saja lulus tahun lalu, lulus dengan predikat cumlaude dan aku benar-benar tahu orangtua ku sangat-sangat bangga padanya.
Walaupun aku tahu, dan orangtuaku juga pasti tahu, pokok kuliah kami (aku dan kakakku) berbeda, dengan demikian standar yang bisa menentukan nilai kami juga berbeda. Tapi aku tidak mau membuat hal itu alasan supaya aku tidak perlu belajar ekstra.. yang aku titikberatkan adalah, ketika orangtua ku bisa datang ke acara wisuda (dan sumpah dokter) ku nanti dengan penuh rasa bangga. Aku tahu, Papaku ngendika kayak gitu tadi bukan untuk membuatku terpuruk tapi untuk membakar emosiku.

Aku sudah pernah merasa seperti ini sebelumnya. Berkali-kali malah. Dulu, waktu aku kelas IX dan sudah diterima di Program Akselerasi SMAN 3 Surakarta. Kakak laki-laki ku yang saat itu kuliah di Jakarta menelepon dan berkata padaku, "Din, jangan main-main lho. Sekolah di aksel itu nggak gampang. Kamu cuma sekolah 2 tahun padahal temenmu yang lain 3 tahun, dengan beban materi yang sama. Belajarmu tambah berat apalagi di Solo kamu hidup sendirian, nggak  sama mama papa lagi."
Untuk seorang anak SMP saat itu, kata-kata seperti ini lebih menjadi menakutkan daripada memotivasi. Aku sempat down saat itu dan takut, tapi karena karakterku ini orang yang sedikit kepedean, saat itu aku langsung ceplos aja jawab ke kakakku, "Iya mas, aku tau. bisa kok.."
Sebelum ada pengumuman aku diterima itu, kakak perempuanku juga sempat berkata padaku kalau menurutnya, mana mungkin aku bisa masuk SMA negeri, Solo pula. Sungguh waktu itu emosiku berhasil terbakar dan berniat dalam hatiku "Tunggu aja hasilnya nanti.."

Ada lagi saat mau kelulusan SMA, aku yang memang bercita-cita menjadi seorang dokter, bertekad bulat setelah lulus SMA mau melanjutkan kuliah di Pendidikan Dokter, perguruan tinggi negeri. Kakakku yang kuliah di UGM berkata padaku, "Kamu yakin mau masuk kedokteran? Kalo nggak keterima terus gimana?"
dan aku menjawab, "Ya cari lagi."
"FK lagi? Kalo nggak keterima dimana-mana gimana? Masa kamu mau maksa di FK? Mau nggak kuliah gitu?"
Aku diam saja dan rasanya seperti tercambuk, aku harus berjuang untuk bisa mewujudkan mimpiku sendiri. yang kata orang lain tidak bisa...

Itulah inti dari semuanya. When people bring you down, entah memang dia bermaksud untuk itu atau sebaliknya seperti Papaku, make it your motivation -- strongest motivation. Kalau kata kakakku, mereka berusaha membuatmu down karena kamu berada higher than them. Jadi jangan pedulikan, justru pertahankan prestasimu bahkan membuatnya lebih tinggi lagi. Just prove that you can. Yes you can! with God of course.. :)


sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

STRIKE !!

hey people! how's life?
sudah lama sekali aku tidak menulis disini yah :)

Happy Christmas and New Year 2013! :) :)
akhirnya, inilah akhir dari semester yang cukup berat ini, maaf, mmmm, memang berat sih. semester ini aku menjalani 4 blok, THT, Ophtalmology (Mata), Dermatology (Kulit) dan Psychiatry (Kejiwaan), ditambah materi Metodologi Penelitian dan Bisostatistika untuk persiapan skripsi.

Semester ini memang "lain" dari semester-semester sebelumnya.
Di semester inilah kami mulai "dikenalkan" dengan seluk beluk skripsi, mulai dari workshop tentang MP dan Biostatistik, ujian tulisnya, latihan pembuatan proposal skripsi, sampai latihan ujian latihan proposal skripsi (piye hayo kuwi?)
Di semester inilah mata kuliah Anatomi berakhir, yaitu materi terakhir di blok THT :D artinya, tidak ada lagi asistensian selama 2 jam mulai jam setengah enam, tidak ada lagi ujian pretest anatomi jam setengah enam pagi juga, tidak ada lagi palpitasi gara-gara ditunjuk untuk pretest lisan, tidak ada lagi begadang untuk responsi anatomi, tidak ada lagi bau keringat campur formalin di laboratorium anatomi. hihihi...
Selain Anatomi, Histologi dan Patologi Anatomi juga berakhir di semester ini yaitu di blok Dermatology.
Di semester inilah ada satu blok yang sama sekali tidak ada jadwal praktikum, yaitu di blok Psychiatry... asik! tapi memang blok Psychiatry lah yang paling istimewaaaaaa...

karena di blok inilah aku dan teman-teman datang kuliah telat gegara ujian latihan proposal skripsi, cuma sekali, tapi sayang sekali di saat itulah peraturan ini muncul :
telat kuliah = nggak boleh masuk kuliah
nggak masuk kuliah = nggak boleh ikut OSCE Psikiatri (FYI, Objective Structural Clinical Examination, semacam ujian praktek kemampuan klinis ke pasien gitu)
nggak ikut OSCE = ngulang makul skills lab

tolooooooong...... aku berharap banget lulus "virgin" nih, artinya, tanpa ada ngulang di semester pendek atau semester padat. akhirnya kami mendapat hukuman demi bisa ikut OSCE : resume 20 jurnal internasional 3 tahun terakhir, semua jurnal dilampirkan, kemudian dipresentasikan di SMF Psikiatri RS Dr. Moewardi di depan staffs dan residen Psikiatri. paling lambat 10 hari sebelum OSCE, yang artinya kurang dari 3 minggu.

sebenernya gitu doang sih kayaknya, tapi yang ada di pikiran saya tuh berubah jadi begini.

Resume DUAPULUH jurnal INTERNASIONAL, TIGA TAHUN terakhir, semua jurnal DILAMPIRKAN, kemudian DIPRESENTASIKAN di SMF Psikiatri RS Dr. Moewardi di DEPAN STAFFS DAN RESIDEN psikiatri.

ditambah lagi dokter yang memberi tugas malah ngendika bahwa residen saja disuruh bikin beginian mungkin 1 tahun nggak selesai.
jadi yang dipikiran saya adalah. kenapa kami dikasih tugas begini dalam 3 minggu? KENAPA?

hahahaha... tapi yah begitulah, aku jalani saja "pengalaman menarik" ini. toh materinya menyenangkan, tentang gangguan jiwa, yang bisa bikin kita ikutan senyum-senyum gegara bingung kita ini layaknya jadi dokternya apa pasiennya. hihihihii...
Senangnya, semester ini sudah berakhir dengan menyenangkan, semua mata kuliah blok lulus, semua materi OSCE dapet A. that's why this post entitled STRIKE!!

tinggal nilai field lab aja nih. sama masih pusing ngajuin judul skripsi ditolak terus sama pembimbing. huhuhuuuu.. semoga nanti malem ngajuin lagi diterima deh. aku bakal bawa bunga dan gitar sambil nyanyi. hahahaha udah kayak mau nembak cewek aja. wish me luck guys! :D

sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments