they put you down, you take yourself higher!

Beberapa hari yang lalu aku melihat hasil belajarku selama 1 semester ini. dan rasanya luar biasa, ketika ada peningkatan cukup luar biasa dari semester sebelumnya. saking bahagianya aku berteriak kegirangan dan Papa bertanya, "Kenapa nduk?"
"IP ku cumlaude Pah!"
"Ohya? Cuma semester ini tok...." jawab Papa santai sambil makan cemilan di ruang makan.
Saat itu juga rasanya seluruh semangat dan kebahagiaan tadi tiba-tiba surut, hampir padam. Kakak perempuanku yang baru saja lulus tahun lalu, lulus dengan predikat cumlaude dan aku benar-benar tahu orangtua ku sangat-sangat bangga padanya.
Walaupun aku tahu, dan orangtuaku juga pasti tahu, pokok kuliah kami (aku dan kakakku) berbeda, dengan demikian standar yang bisa menentukan nilai kami juga berbeda. Tapi aku tidak mau membuat hal itu alasan supaya aku tidak perlu belajar ekstra.. yang aku titikberatkan adalah, ketika orangtua ku bisa datang ke acara wisuda (dan sumpah dokter) ku nanti dengan penuh rasa bangga. Aku tahu, Papaku ngendika kayak gitu tadi bukan untuk membuatku terpuruk tapi untuk membakar emosiku.

Aku sudah pernah merasa seperti ini sebelumnya. Berkali-kali malah. Dulu, waktu aku kelas IX dan sudah diterima di Program Akselerasi SMAN 3 Surakarta. Kakak laki-laki ku yang saat itu kuliah di Jakarta menelepon dan berkata padaku, "Din, jangan main-main lho. Sekolah di aksel itu nggak gampang. Kamu cuma sekolah 2 tahun padahal temenmu yang lain 3 tahun, dengan beban materi yang sama. Belajarmu tambah berat apalagi di Solo kamu hidup sendirian, nggak  sama mama papa lagi."
Untuk seorang anak SMP saat itu, kata-kata seperti ini lebih menjadi menakutkan daripada memotivasi. Aku sempat down saat itu dan takut, tapi karena karakterku ini orang yang sedikit kepedean, saat itu aku langsung ceplos aja jawab ke kakakku, "Iya mas, aku tau. bisa kok.."
Sebelum ada pengumuman aku diterima itu, kakak perempuanku juga sempat berkata padaku kalau menurutnya, mana mungkin aku bisa masuk SMA negeri, Solo pula. Sungguh waktu itu emosiku berhasil terbakar dan berniat dalam hatiku "Tunggu aja hasilnya nanti.."

Ada lagi saat mau kelulusan SMA, aku yang memang bercita-cita menjadi seorang dokter, bertekad bulat setelah lulus SMA mau melanjutkan kuliah di Pendidikan Dokter, perguruan tinggi negeri. Kakakku yang kuliah di UGM berkata padaku, "Kamu yakin mau masuk kedokteran? Kalo nggak keterima terus gimana?"
dan aku menjawab, "Ya cari lagi."
"FK lagi? Kalo nggak keterima dimana-mana gimana? Masa kamu mau maksa di FK? Mau nggak kuliah gitu?"
Aku diam saja dan rasanya seperti tercambuk, aku harus berjuang untuk bisa mewujudkan mimpiku sendiri. yang kata orang lain tidak bisa...

Itulah inti dari semuanya. When people bring you down, entah memang dia bermaksud untuk itu atau sebaliknya seperti Papaku, make it your motivation -- strongest motivation. Kalau kata kakakku, mereka berusaha membuatmu down karena kamu berada higher than them. Jadi jangan pedulikan, justru pertahankan prestasimu bahkan membuatnya lebih tinggi lagi. Just prove that you can. Yes you can! with God of course.. :)


sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment