When You Love Someone ..

WHEN YOU LOVE SOMEONE (Endah n Rhesa)

i love you but it’s not so easy  to make you here with me
i wanna touch and hold you forever but you’re still in my dream

and I can’t stand to wait your love is coming to my life
but I still have a time to break a silence

when you love someone just be brave to say
that you want him to be with you
when you hold your love don’t ever let him go
or you will loose your chance to make your dream come true

i used to hide and watch you from a distance
and i knew you realized
i was looking for a time to get closer
at least to say hello
and I can’t stand to wait your love is coming to my life

i never thought that i’m so strong
i stuck on you and wait so long
but when love comes it can’t be wrong
don’t ever give up, just try and try to get what you want
cause love will find the way


When you love someone, daripada galau, mending diomongin bro ke orangnya. Walaupun harus siap dengan konsekuensi apapun ya. :p :p

sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Aku bisa donorin darahku nggak yaa?

Temen-temen, pernah donor darah ngga? Hayoooo, yang belum pernah, sekali-kali coba yaaaa. Ngga usah takuut, cuma diambil darahnya dikit kok, ditusuk jarum ngga sakit juga kok.

Narsis abis tugas di aksi donor darah massal :D


Valent dah pernah donor darah? Belum. HAHAHAHAHA. Abisnya, takut sih tekanan darahku rendah banget, 90/60, otomatis tereliminasi, ngga boleh ikut donorin darah.
Emangnya, apa aja sih syarat untuk donor darah? Nah, hal-hal ini aku tahu semenjak aku ikut PMI ke daerah-daerah untuk mengadakan donor darah rutin. Pengalaman yang sangat menyenangkan dan menambah wawasan, akan aku ceritakan di post selanjutnya. :D
Yang pertama nih. Kamu harus sudah mencapai usia 17 tahun untuk bisa mendonorkan darahmu. Kenapa gitu ya Lent? Sejauh yang aku tau dan aku baca di www.redcrossblood.org sih bahwa usia 17 tahun adalah usia dimana tubuh sudah dianggap cukup "dewasa" dari segi medis maupun dalam menentukan persetujuannya sendiri untuk mendonorkan darahnya. Di berbagai negara, utamanya Indonesia, dibawah 18 tahun kan masih anak. dan selain itu, ada syarat minimal berat badan, yaitu, 45 kg. jadi jangan sedih kalo gendut, kalian dapet tiket lolos 1 tingkat untuk cek kesehatan donor darah. HAHA.
Next, tekanan darah kamu harus dalam kondisi aman. Redcross sih pakai batas atas 180/100 dan batas bawah 80/50, tapi selama aku praktek di PMI, yang memiliki tekanan darah lebih dari atau sama dengan 160/100 maupun kurang dari atau sama dengan 90/60, sudah dieliminasi terlebih dahulu. Kenapa emangnya Lent? Kalo dari diskusi aku dan kakakku yang juga praktek di PMI, orang dengan tekanan darah tinggi itu kemungkinan mengalami vasokonstriksi perifer, padahal dengan pasokan darah normal misalnya. Nah, kalo kita ambil darahnya, pasokan darah berkurang + vasokonstriksi = kemungkinan bisa terjadi hipoksia nantinya. Alasan lain mungkin berkaitan dengan penyakit-penyakit yang memiliki efek hipertensi, seperti DM. Sedangkan orang dengan tekanan darah rendah, jelas kalo diambil darahnya ngga akan kuat, efeknya juga hipoksia, seringnya sih, pingsan kalo dipaksakan diambil darahnya. Kalo emang pingsan (sinkop) nih, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, membaringkan pasien di tempat tidur tanpa bantal dan kaki disangga dengan bantal supaya lebih tinggi dari kepala, melancarkan aliran darah ke otak sehingga pasien bisa sadar kembali. Oya, tambah minum manis ya, supaya terjadi glikolisis dan terbentuklah energi si pasien kembali.
Lanjut. Kamu juga ngga boleh deg-degan karena akan membuatmu mengalami takikardi alias denyut nadi dan detak jantungnya berlari-lari kayak dikejar anjing (APASIH). Normalnya denyut nadi itu antara 60-100 kali per menit. Lebih dari itu disebut takikardi dan kurang dari itu disebut bradikardi. Nah orang dengan takikardi maupun bradikardi bakalan disuruh bawa kopernya pulang ke kampung halaman (backsound : Menuju Puncak). Kecuali, dengan berbagai pertimbangan dokter, misalnya, takikardi relatif atau sebagai respon fisiologis terhadap aktivitas fisik yang berlebihan. biasanya, disuruh istirahat dulu baru diperiksa lagi.
Selanjutnya, salah satu yang terpenting, yaitu Hb (Hemoglobin). Kamu harus memiliki Hb diatas 12,5 untuk bisa lanjut ke sesi berikutnya. Biasanya untuk screening awal, dokter akan melihat konjungtiva apakah ada CA (Conjunctiva Anemic) atau tidak, bibir dan kukunya apakah pucat atau sianosis. Baru kemudian dicek Hb nya jika diperlukan. Kalo anemia, ngga bakal lolos bu, karena anda saja kekurangan, masa mau dikurangi lagi? hehehee.
Oya, yang ngga kalah penting, untuk cewek terutama, jangan sekali-kali donor waktu kalian haid ya. udah banyak darah yang keluar jengggg. jangan tambah dikeluarin lagi. HAHAHA.
Suhu juga penting. Karena demam adalah salah satu manifestasi pertahanan tubuh terhadap "sesuatu". sesuatu apa Lent? ya SESUATU. Hahahaha. Misalnya, infeksi virus (flu misalnya, atau flu, atau flu, ahahaha) maupun bakteri (TB, atau TBC, atau Tuberculosis, sama aja) tubuhmu akan merespon dengan sistem imunnya dan mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh di hipotalamus, jadilah demam (sebenernya prosesnya ngga sesederhana itu sodara-sodara).
Biasanya, di blanko donor darah itu ada kolom-kolom yang harus diisi pendonor tentang "riwayat"nya, misalnya adakah pernah mengidap penyakit tertentu seperti hepatitis, cancer, HIV/AIDS, pernahkah mengkonsumsi narkoba, bertato, apakah punya alergi, dan lain-lain yang akan menjadi pertimbangan dokter dalam meluluskanmu atau tidak. (maaf, banyak banget jadi ngga hapal, hahahaha)

Gimana? Masih bingung mau donor darah apa ngga? Hey, setetes darahmu sangat berharga lho (sapa tu barusan yang ngetik? bijak amat HAHAHA). Ngga percaya? Darahmu itu banyak yang membutuhkan..
untuk wanita dengan komplikasi kehamilan, seperti kehamilan ektopik dan perdarahan sebelum, selama atau setelah melahirkan;
untuk anak-anak dengan anemia berat yang sering dihasilkan dari malaria atau kekurangan gizi;
untuk orang dengan kecelakaan berikut trauma yang parah, dan
untuk banyak pasien bedah dan kanker.

Darahmu juga diperlukan untuk transfusi rutin untuk orang dengan kondisi seperti talasemia dan penyakit sel sabit dan digunakan untuk membuat produk seperti faktor pembekuan untuk orang dengan hemofilia.

Darah adalah hadiah yang paling berharga yang ada yang bisa memberi kepada orang lain - karunia kehidupan. Sebuah keputusan untuk menyumbangkan darah Anda dapat menyelamatkan hidup, atau bahkan beberapa jika darah dipisahkan menjadi komponen-komponennya - sel darah merah, trombosit dan plasma - yang dapat digunakan secara individual untuk pasien dengan kondisi tertentu.

Gimana? Mau kan coba untuk donor darah? :) 


 

sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Between Ina, Papa, and His Car :D

Hi pops.. lagi pengen berbagi cerita nih. kalo kemaren aku nulis sesuatu yang berbobot (apanyaaaa?? hahaha) sekarang aku mau nulis pengalaman yang nggak penting disini.

Kemaren, Papa ku yang paling ganteng paling baik paling pinter paling bijaksana paling okeeee sedunia, minta aku mengantar beliau ke Simo. Simo itu mana sih? Simo itu adalah salah satu kecamatan yang "mendalam" di Kabupaten Boyolali. Mengantar naik apa? Mobil. Padahal, anjingku pun tahu kalo aku nggak bisa mengendarai sesuatu bernama mobil itu. Tapi ya pada akhirnya aku anggep itu sebagai tantangan, pikirku, ah lewat jalan kecil gitu kan nggak begitu susah, itung-itung buat belajar mobil. Papa ku praktek di Rumah Sakit Simo, yah, pikirku, sekali-kali deh nganter, biasanya dianter. :)
Oke, akhirnya aku kendarai lah mobil itu dengan sok bisa, dengan Papa disampingku sebagai "GPS" nya karena aku sendiri nggak tau kalo ke Simo itu lewat mana. Setelah cukup jauh dan aku merasa pede, hahaha, ternyata gini doang to naik mobil?? ehhhh ternyata setelah sampai Simo, kok lanjut terus ya.
Dan aku menyadari jalannya makin ngeri. lubang di jalan makin banyak, bis yang lewat makin ngawur, dan tubuhku makin berkeringat. rupanya AC nya nggak nyala.
Papa ku mengangkat telepon dan berkata "Udah selesai belum? Andongnya di sebelah mana to?"
WTH, ternyata ke Andong, Andong itu mana? Pokoknya makin mendalam lagi deh.
 Singkat cerita, sampailah kami di tempat yang dimaksudkan, SMA Negeri 1 Andong, parahnya, ternyata disana ada donor darah. Aku biasanya bantu Papa cek kesehatan para pasien yang mau donor darah, dengan dandanan oke punya, pake jas putih dan berkalungkan stetoskop. EEEEE sekarang aku dateng dengan kaos dan celana pendek, muka apa adanya dan rambut lepek karena berkeringat sepanjang jalan. Entah mau ditaruh mana mukaku yang cantik ini (HAHHH)
Akhirnya aku lewat depan anak-anak SMA itu dan duduk agak jauh dari Papaku, terus main hape sambil pegang kunci mobil, berharap orang-orang mengira aku ini sopir pribadinya Papa. bukan anaknya yang biasa meriksa pasien donor.
Tapi ternyata nggak berhasil, mungkin muka ku gimanapun emang nggak cocok jadi sopir ya (HAHAHA), tiba-tiba temen-temennya Papa yang orang PMI juga, menghampiriku dan membawakan sekotak makan siang. "Ayo mbak dimakan dulu"
Aku masih berharap, aku cuma dianggap sopir dan ada makanan sisa yang gapapa deh dikasih ke sopir. Aku cuma mengiyakan dan nggak menyentuh makanan itu sama sekali. Tapi selang berapa menit selalu ada bapak-bapak atau ibu-ibu yang mendatangiku dan akhirnya berkata "Ayo makan di dalem aja mbak, Papa di dalem kok."
Jedeeeer. kasian banget papaku. pasti malu banget punya anak kayak aku. di depan temennya Papa masa pake baju rumahan dan muka bantal!
Akhirnya aku lalui masa penuh siksaan batin di lokasi donor darah itu. Kami pulang dannnnnn di jalan pulang ternyata Papa ku punya kejutan lagi buat aku. Jalan balik nya beda dengan jalan berangkat tadi. lewat lembah-lembah gitu, berkelok-kelok dan di tepi nya jurang, naik turun di jalan sempit di belakang bus dan truk dan kudu nyalib. Jauuuuh banget tapi akkhirnya tembus juga di jalan raya Boyolali-Solo. Setelah lewat jalan ekstrem akhirnya dilewatkan jalan besar dengan mobil-mobil kecepatan tinggi. Nggak ketinggalan, dikasih tantangan parkirin mobil diantara dua bata yang disetting Papa sedemikian rupa.

Benar-benar hari tak terlupakan dan at least aku udah bisa melewati berbagai medan dengan mobil sekarang!

Papa ku memang hebaaaat dan punya cara untuk mempermalukan akuuuuu. hahahaha love you papaaa :*


sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

"Didikan" yang "Membesarkan"

Pernahkah kamu berpikir, kalo aku punya anak nantinya, akan kudidik seperti apa ya?
bukan, bukan karena aku pengen cepet-cepet punya anak, tapi karena pendidikan terhadap anak itu efeknya "megang" banget buat hidupnya, terutama pendidikan dalam keluarga.

http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/aa/begin.jpg


Kemarin, aku ngobrol dengan salah seorang temenku (temen yang sangaaaaat dewasa, bukan tua lho, hehe) mulai dari hal-hal sepele sampai ke hal-hal yang amat sepele. Misalnya, soal tidur siang. Dia bercerita kalo sejak kecil dididik oleh orangtuanya untuk sarapan dan tidur siang setiap hari, walaupun nggak ada yang nyangkal bahwa kadang tidur dipaksa itu nggak enak, jadi pura-pura merem aja terus nonton tivi kalo dah ditinggal pergi.
Karena "paksaan" itu maka dia terbiasa untuk selalu sarapan dan tidur siang setiap hari sampai dewasa.
Beda dengan aku. aku dulu waktu kecil jarang disuruh tidur siang, karena dulu waktu kecil aku udah sibuk. HAHAHAHA. sibuk apa? hanya orang-orang tertentu yang tau. :D
aku juga jarang disuruh sarapan, karena walaupun bangunku pagi, kadang siap-siapnya lamaaaa, jadi sarapannya dimasukin ke tupperware, jadiin bekal deh. hehe. alhasil sampe SMA, bahkan sampe kuliah sekarang pun aku biasa aja kalo nggak sarapan. nggak makan sampe sore pun biasa (kalo ini bukan karena dididik seperti itu, tapi karena lama merantau, sayang ama duit hehe)
aku juga nggak terbiasa tidur siang, justru kalo dipaksa tidur siang malah pusing jadinya. KECUALI memang ngantuk dan pusing abis begadang semalaman karena rutinitas mahasiswa (baca suka duka anak kedokteran disini)

Ada pula, fenomena yang nggak asing bagi kita, bahwa seorang anak yang dibesarkan di keluarga yang memanjakannya, ya, sampai dewasa kalo memang tetap seperti itu ya akan jadi orang yang manja. gampang mengeluh, suka menuntut, "terima hasil" atau apapun sebagainya. Sementara seorang anak yang memang dibesarkan untuk mandiri, ya, dia akan lebih dipercaya untuk tinggal jauh dari orangtuanya kelak, dengan kepribadian yang tough dan ngga gampang menyerah. nggak perlu disangkal, pasti kalian banyak menemukannya diantara temen-temen kalian, temen kosan mungkin, atau bahkan kalian sendiri? hehe

Yah, itu cuma beberapa contoh saja. Lalu gimana cara yang tepat kira-kira, supaya kelak generasi kita dan generasi setelah kita itu memiliki kualitas yang baik? tentu bergantung bagaimana kita mendidiknya bukan?
Bayangkan saja kalo yang menjadi pemimpin masa depan itu adalah orang-orang yang bingung setengah mati ketika kulitnya menghitam, atau yang galau karena bingung memilih warna kutek, atau yang setiap hari kerjaannya kelayapan sampe malam untuk minum alkohol dan membuang-buang uang?
Tapi bershowerlah bersyukurlah di sekitar kita (atau mungkin kita sendiri) yang masih mempergunakan waktunya untuk hal-hal berguna, yang mau berjuang meraih cita-cita, yang mau berpikir kritis untuk masa depan, yang bisa menjuarai Olimpiade Fisika tingkat nasional (baru-baru ini Indonesia dapet 2 emas kan? hebat :)) dan yang bisa meluangkan waktunya untuk hal-hal positif, bukan hanya online facebook dan baca blog-blog payah seperti ini (iyaa, saya juga kesindir kok)

Mungkin yang harus diterapkan adalah bagaimana membentuk keseimbangan antara belajar, bermain, berdoa, berkegiatan, bersosialisasi dan mengarahkannya kepada hal-hal yang positif dan berguna namun menyenangkan. satu yang juga penting dipegang, bagaimanapun "fun" itu penting, bahkan di game The Sims pun ada kolom tersendiri untuk fun. apalagi untuk seorang anak, bukan berarti mengajarinya untuk melakukan hal positif adalah dengan menghapuskan bermain dan rekreasinya. Itu termasuk hak anak loh. :)

sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments