Aku bisa donorin darahku nggak yaa?

Temen-temen, pernah donor darah ngga? Hayoooo, yang belum pernah, sekali-kali coba yaaaa. Ngga usah takuut, cuma diambil darahnya dikit kok, ditusuk jarum ngga sakit juga kok.

Narsis abis tugas di aksi donor darah massal :D


Valent dah pernah donor darah? Belum. HAHAHAHAHA. Abisnya, takut sih tekanan darahku rendah banget, 90/60, otomatis tereliminasi, ngga boleh ikut donorin darah.
Emangnya, apa aja sih syarat untuk donor darah? Nah, hal-hal ini aku tahu semenjak aku ikut PMI ke daerah-daerah untuk mengadakan donor darah rutin. Pengalaman yang sangat menyenangkan dan menambah wawasan, akan aku ceritakan di post selanjutnya. :D
Yang pertama nih. Kamu harus sudah mencapai usia 17 tahun untuk bisa mendonorkan darahmu. Kenapa gitu ya Lent? Sejauh yang aku tau dan aku baca di www.redcrossblood.org sih bahwa usia 17 tahun adalah usia dimana tubuh sudah dianggap cukup "dewasa" dari segi medis maupun dalam menentukan persetujuannya sendiri untuk mendonorkan darahnya. Di berbagai negara, utamanya Indonesia, dibawah 18 tahun kan masih anak. dan selain itu, ada syarat minimal berat badan, yaitu, 45 kg. jadi jangan sedih kalo gendut, kalian dapet tiket lolos 1 tingkat untuk cek kesehatan donor darah. HAHA.
Next, tekanan darah kamu harus dalam kondisi aman. Redcross sih pakai batas atas 180/100 dan batas bawah 80/50, tapi selama aku praktek di PMI, yang memiliki tekanan darah lebih dari atau sama dengan 160/100 maupun kurang dari atau sama dengan 90/60, sudah dieliminasi terlebih dahulu. Kenapa emangnya Lent? Kalo dari diskusi aku dan kakakku yang juga praktek di PMI, orang dengan tekanan darah tinggi itu kemungkinan mengalami vasokonstriksi perifer, padahal dengan pasokan darah normal misalnya. Nah, kalo kita ambil darahnya, pasokan darah berkurang + vasokonstriksi = kemungkinan bisa terjadi hipoksia nantinya. Alasan lain mungkin berkaitan dengan penyakit-penyakit yang memiliki efek hipertensi, seperti DM. Sedangkan orang dengan tekanan darah rendah, jelas kalo diambil darahnya ngga akan kuat, efeknya juga hipoksia, seringnya sih, pingsan kalo dipaksakan diambil darahnya. Kalo emang pingsan (sinkop) nih, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, membaringkan pasien di tempat tidur tanpa bantal dan kaki disangga dengan bantal supaya lebih tinggi dari kepala, melancarkan aliran darah ke otak sehingga pasien bisa sadar kembali. Oya, tambah minum manis ya, supaya terjadi glikolisis dan terbentuklah energi si pasien kembali.
Lanjut. Kamu juga ngga boleh deg-degan karena akan membuatmu mengalami takikardi alias denyut nadi dan detak jantungnya berlari-lari kayak dikejar anjing (APASIH). Normalnya denyut nadi itu antara 60-100 kali per menit. Lebih dari itu disebut takikardi dan kurang dari itu disebut bradikardi. Nah orang dengan takikardi maupun bradikardi bakalan disuruh bawa kopernya pulang ke kampung halaman (backsound : Menuju Puncak). Kecuali, dengan berbagai pertimbangan dokter, misalnya, takikardi relatif atau sebagai respon fisiologis terhadap aktivitas fisik yang berlebihan. biasanya, disuruh istirahat dulu baru diperiksa lagi.
Selanjutnya, salah satu yang terpenting, yaitu Hb (Hemoglobin). Kamu harus memiliki Hb diatas 12,5 untuk bisa lanjut ke sesi berikutnya. Biasanya untuk screening awal, dokter akan melihat konjungtiva apakah ada CA (Conjunctiva Anemic) atau tidak, bibir dan kukunya apakah pucat atau sianosis. Baru kemudian dicek Hb nya jika diperlukan. Kalo anemia, ngga bakal lolos bu, karena anda saja kekurangan, masa mau dikurangi lagi? hehehee.
Oya, yang ngga kalah penting, untuk cewek terutama, jangan sekali-kali donor waktu kalian haid ya. udah banyak darah yang keluar jengggg. jangan tambah dikeluarin lagi. HAHAHA.
Suhu juga penting. Karena demam adalah salah satu manifestasi pertahanan tubuh terhadap "sesuatu". sesuatu apa Lent? ya SESUATU. Hahahaha. Misalnya, infeksi virus (flu misalnya, atau flu, atau flu, ahahaha) maupun bakteri (TB, atau TBC, atau Tuberculosis, sama aja) tubuhmu akan merespon dengan sistem imunnya dan mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh di hipotalamus, jadilah demam (sebenernya prosesnya ngga sesederhana itu sodara-sodara).
Biasanya, di blanko donor darah itu ada kolom-kolom yang harus diisi pendonor tentang "riwayat"nya, misalnya adakah pernah mengidap penyakit tertentu seperti hepatitis, cancer, HIV/AIDS, pernahkah mengkonsumsi narkoba, bertato, apakah punya alergi, dan lain-lain yang akan menjadi pertimbangan dokter dalam meluluskanmu atau tidak. (maaf, banyak banget jadi ngga hapal, hahahaha)

Gimana? Masih bingung mau donor darah apa ngga? Hey, setetes darahmu sangat berharga lho (sapa tu barusan yang ngetik? bijak amat HAHAHA). Ngga percaya? Darahmu itu banyak yang membutuhkan..
untuk wanita dengan komplikasi kehamilan, seperti kehamilan ektopik dan perdarahan sebelum, selama atau setelah melahirkan;
untuk anak-anak dengan anemia berat yang sering dihasilkan dari malaria atau kekurangan gizi;
untuk orang dengan kecelakaan berikut trauma yang parah, dan
untuk banyak pasien bedah dan kanker.

Darahmu juga diperlukan untuk transfusi rutin untuk orang dengan kondisi seperti talasemia dan penyakit sel sabit dan digunakan untuk membuat produk seperti faktor pembekuan untuk orang dengan hemofilia.

Darah adalah hadiah yang paling berharga yang ada yang bisa memberi kepada orang lain - karunia kehidupan. Sebuah keputusan untuk menyumbangkan darah Anda dapat menyelamatkan hidup, atau bahkan beberapa jika darah dipisahkan menjadi komponen-komponennya - sel darah merah, trombosit dan plasma - yang dapat digunakan secara individual untuk pasien dengan kondisi tertentu.

Gimana? Mau kan coba untuk donor darah? :) 


 

sweet regards, Valentina Lakhsmi :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment